Hikayat Kotak Pandora
Sampeyan pasti pernah mendengar istilah “kotak pandora”. Tapi, tahukah bagaimana istilah itu muncul? Saya baru mengetahuinya setelah membaca buku tipis berjudul “Puspa Sari Mitologi Yunani” karangan Herman J Weschler yang diterbitkan penerbit Ganesha pada 1976. Buku ini saya dapat dari Kwitang kemarin sore (16/01/2008) dengan harga hanya 2 ribu perak. Di perpustakaan pribadi saya di Jogja, saya punya delapan jilid buku mitologi Yunani dalam edisi hard cover dan full color. Tapi, seingat saya, tak ada satu pun yang berkisah tentang “kotak pandora” (saya tak berkesempatan mengeceknya lagi karena saya sedang di Jakarta).
Begini ceritanya: Selain manusia, bumi dulu juga ditempati oleh para titan. Zeus sangat tidak menyukai beberapa titan, dan titan yang paling tak disukainya adalah Promotehus yang bersikukuh hendak mencuri cahaya pengetahuan dari puncak Olympus. Nietzsche sangat mengagumi titan satu ini yang menurutnya memiliki ciri “uebermensch” (sebagian menerjemahkannya “superman”, tapi penerjemah spesialis Nietzsche, Walter Kauffman, lebih suka menerjemahkannya menjadi “overman”. ST Sunardi, dalam bukunya tentang Nietzsche yang diterbikan LKiS, menerjemahkan uebermensch menjadi “adimanusia”).
Zeus, diceritakan, juga membenci titan lainnya yang bernama Ephimetheus. Dia adalah kakak Promotheus. Untuk itu Zeus memerintahkan seorang dewa yang dikenal buruk rupa tapi memiliki keahlian seni yang mumpuni untuk membuat sebuah patung perempuan. Nama dewa itu Haphaestus. Dia sendiri adalah anak Zeus dari hasil perkawinan dengan Hera. Karena dia memendam asmara tak kesampaian dengan Aprhodite, maka ia membuat patung perempuan yang kecantikannya menyerupai Aphrodite.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar